Senin, 17 Januari 2011

Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah Tangga

Mendengar tidak sama dengan melihat dan melihat tidak sama dengan melakukan. Ajaran seindah apapun tidak akan ada gunanya jika tidak dilakukan. Sayangilah listrik anda, mulailah dengan menggunakannya dengan hemat dengan menjalankan tips-tips berikut.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah tangga, antara lain : Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, seperti: Menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian. Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif). Peralatan listrik rumah tangga pada umumnya sudah dirancang untuk pemakaian listrik yang hemat, namun pada prakteknya masih ditemukan pemborosan energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan peralatan dengan cara yang kurang tepat.

Adapun Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik diantanya :

PENGHEMATAN ENERGI PADA PENCAHAYAAN

Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.
Padamkan lampu pada siang hari.
Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA

Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
Kontrol temperature dengan termostat.
Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.
Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR

Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).
Gunakan pelampung air di penampungan.
Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.
Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
– Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.
– Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.
– Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI

Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.
Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.
Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.
Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.

PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN

Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.
Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.
Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA

Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).
Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik
Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.
Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA

Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00
Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi
Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.
Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan
Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.
Read More..

Kamis, 15 Oktober 2009

TIPS TENTANG LISTRIK ANDA DI RUMAH

Tips Merawat Instalasi Listrik di Rumah

Dalam penyambungan listrik, kabel yang terpasang di Tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR), kabel Sambungan Rumah (SR) sampai ke Alat Pembatas dan Pengukur (APP – terdiri dari KWH Meter dan MCB atau Mini Circulate Breaker) adalah asset milik PLN. Sedangkan rangkaian kabel yang terpasang sebagai Instalasi Listrik rumah/bangunan adalah asset milik pelanggan.

Tips berikut akan membantu Anda untuk ikut peduli dan turut memelihara Instalasi Listrik :

1. Pastikan Instalasi Listrik di rumah/bangunan milih Anda telah terpasang dengan tepat, benar dan aman serta menggunakan material listrik yang terjamin kualitasnya dan sesuai kapasitasnya.
2. Lakukan pemeriksaan rutin, minimal setahun sekali untuk memastikan apakah instalasi listrik msaih layak untuk digunakan atau perlu direhabilitasi.
3. Jika instalasi listrik telah terpasang lebih dari 5 (lima) tahun, sebaiknya perlu untuk direhabilitasi. Hal ini untuk menjaga agar instalasi listrik tetap layak dipergunakan dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Pergunakan peralatan rumah tangga elektronik yang disesuaikan dengan daya tersambung dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik yang terpasang.
5. Jika ingin memasang, merehabilitasi atau memeriksa instalasi listrik, sebaiknya menggunakan jasa instalatir yang resmi terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia). Informasi tentang Instalatir Listrik dapat menghubungi kantor PLN terdekat.


Tips Mencegah Bahaya Listrik

1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
2. Gunakan pemutus arus listrik (Sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
3. Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
4. Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak-anak.
5. Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).
6. Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
7. Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuk jaringan listrik.
8. Gunakan listrik yang memang haknya, jangan mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.
9. Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.
10. Jangan bosan-bosan untuk mengingatkan anak-anak kita agar tidak bermain layang-layang di bawah/dekat jaringan listrik.


Bisa ditambahkan disini adalah pemasangan ELCB (earth leakage circuit breaker) yang sekarang telah banyak digantikan dengan GFI (ground fault interrupter) atau RCD (residual-current device). Piranti ini fungsinya untuk memutuskan hubungan apabila ada kebocoran arus listrik atau apabila ada orang yang tersengat listrik. Kebanyakan piranti ini dipasang di kamar mandi (stop kontak untuk hair dryer atau electric shaver/pencukur kumis) atau service room (tempat mesin cuci), yang pada umumnya memiliki lantai basah.

Selain daripada itu, apabila memiliki rumah baru maka lebih baik meminta untuk dipasang instalasi listrik dengan sistem 3 kabel. Karena ini akan memastikan bahwa peralatan listrik anda akan memiliki pembumian/grounding yang benar. Pernahkan anda terasa kesetrum ketika memegang lemari es? Ini kemungkinan karena instalasi listrik di rumah anda tidak memakai sistem GROUNDING


Read More..

Sabtu, 20 Juni 2009

Tips Penghematan Energi Listrik

Berikut tips tips yang dapat digunakan untuk penghematan pemakaian energi listrik di rumah anda :
  1. Of kan TV , komputer, atu peralatan listri lin jika tidak sedang digunakan dan cabut steker dari stop kontak,men-off kan TV dari remote control sangat tidak efisien, karena saat di off-kan dari remote control TV masih mengkonsumsi listrik sampai 5 watt
  2. Jangan menyetrika pakaian sedikit-sedikit, karena waktu untuk memanaskan seterika yang berkali-kali membutuhkan daya listrik yang tidak sedikit.
  3. Matikan lampu ruangan jika tidak sedang digunakan
  4. Jangan sering membuka tutup lemari pendingin
  5. Aturlah setting AC pada suhu 25 derajat celcius
  6. Buatlah tempat penampungan air,sehingga beban listrik yang dikonsumsi oleh pompa listrik dapat berkurang
  7. Cabut semua steker peralatan listrik dari stop kontak jika tidak sedang digunakan
  8. Instalasi rumah sudah standar dan diyakinkan tidak ada arus bocor.
  9. Jika perlu pasanglah kapasitor bank dirumah anda.
  10. Terakhir, gunakan peralatan listrik hemat energi



Read More..

Jumat, 08 Mei 2009

TRANSFORMATOR

DEFINISI DAN BAGIAN PENTING

DEFENISI. Trafo adalah suatu alat elektro statis yang bekerja secara magnetis yang mengubah bentuk energi arus bolak-balik dari satu bagian ke bagian yang lain. Pada umumnya tegangan yang asli berubah menjadi suatu yang lebih tinggi atau tegangan yang lebih rendah, di frekwensi yang sama.
Pada saat bekerja arus bolak-balik dihubungkan untuk satu satuan putaran yang mana merupakan lilitan primer, sedangkan yang lain dibelokkan ke arah beban yang merupakan lilitan sekunder tersebut. Karena sebagian besar trafo memiliki lilitan yang merupakan sebagai suatu lilitan primer atau sebagai suatu lilitan sekunder, pada percobaan umum akan membahas tentang lilitan, bukan membahas istilah sekunder dan utama, tetapi membahas tentang istilah tegangan tinggi dan tegangan rendah, berdasarkan pada suatu perbandingan yang menyangkut tegangan nominal pada suatu lilitan.
Dalam prinsipnya bagian-bagian dari suatu trafo terdiri dari suatu lilitan primer dan sekunder yang membawa tegangan tinggi, arus tegangan rendah yang mengalir untuk membawa tegangan dalam arus, isolasi antara putaran dan pada umumnya mengalir menuju inti sehingga sehingga mengali arus dalam lilitan, dan suatu inti yang pada umumnya inti besi untuk membawa fluks magnetis bolak balik Sebagai tambahan penting terhadap komponen ini, trafo komersil pada umumnya memerlukan opersi dalam rangka menjamin/mengamankan karakteristik yang diinginkan: diperlukan operasi mekanis untuk menyegarkan coil dan inti suatu medium yang dingin seperti udara atau minyak dan suatu tangki untuk melindungi trafo yang berisi minyak, dan tabung-bantalan untuk keluaran dari tangki untuk koneksi kepada jalur transmisi.


OPERASI DENGAN BEBAN DAN TANPA BEBAN

OPERASI TANPA BEBAN. Ketika lilitan dihubungkan ke suatu arus bolak-balik maka arus akan membuka karena mempunyai suatu koil induksi diri dan arus penggiat dari baris untuk membuat magnet inti tersebut. Ketika suatu arus bolak-balik voltase diterapkan, fluks maknetis cukup di dalam inti untuk mempengaruhi suatu voltase di dalam lilitan ke equal menerapkan voltage penurunan-voltase yang kecil dalam kaitan dengan arus penggiat. Jika voltase yang diterapkan mempunyai suatu bentuk perubahan secara terus menerus, maka akan mempunyai suatu bentuk. Dengan kata lain, trafo mengasumsikan voltase bahwa : melakukan penyesuaian perubahan secara terus menerus agar menghasilkan voltase yang baik. Arus penggiat cukup mengalir dari baris pada saat tertentu untuk menghasilkan nilai fluks magnetis yang diperlukan pada saat tertentu, Karena dapat menyerap air atau gas dari inti besi dalam rangka menghasilkan suatu perubahan terus menerus gelombang sinusoidal, yang pada gilirannya menghasilkan suatu voltase sinusoidal.
Pada saat trafo mempunyai inti besi, maka energi yang berada dalam inti trafo secara terus-menerus mengubah arus yang berada didalam inti trafo. Maka arus pusar mengalami kerugian yang histeresis. Kerugian menjadi lebih besar dan memerlukan perubahan posisi dari molekul individu sehingga kekuatan magnet dapat mempengaruhi kekuatan trafo . Kerugian ini sebanding terhadap frekwensi dimana merupakan suatu fungsi yang menyangkut kerapatan garis gaya di dalam inti besi sehingga meningkat secara kompleks sebab kerapatan garis gaya. arus pusar menjadi mengalami kerugian dalam kaitannya dengan perputaran dalam inti besi didalam suatu trafo, hal ini disebabkan oleh fluks maknetis di dalam inti besi yang memotong arus pusar Kerugian sebanding terhadap sudut dari frekwensi dan sudut dari kerapatan garis gaya. Dalam rangka mengurangi arus pusar kerugian didalam inti besi maka perlu diproteksi untuk melindungi/membatasi antara lilitan ynag satu dengan lilitan yang lainya. Nilai khusus mencampur silisium dan memproses untuk menghasilkan arus pusar dan kerugian histeresis yang rendah biasanya digunakan di dalam trafo. Kerugian di dalam inti akibat panas menyebabkan temperatur dari inti naik dan melengkung ketas. Total tanpa beban dari suatu trafo adalah terdiri atas kerugian inti sangat kecil. I2R merupakan kerugian di dalam lilitan primer dalam kaitan dengan arus penguat yang mengalir di dalamnya, merupakan rugi yang biasanya dihiraukan.
Trafo Komersil dirancang sedemikian rupa sehingga arus penguat mengalami persentase yang penuh pada beban arus dari suatu trafo. Tegangan yang digunakan untuk mendistribusikan lilitan primer yang pada kenyataannya memiliki lapisan, sehingga masing-masing putaran pada trafo mempunyai tegangan yang hampir sama. Lilitan sekunder Yang terbuka akan mempunyai tegangan yang sama pada masing-masing putaran] lilitan primer. Sebagai landasan, bahwa tegangan suatu lilitan sama dengan tegangan pada putaran trafo yang dikalikan dengan banyaknya putaran di dalam lilitan; yang banyaknya sebanding dengan putaran di dalam lilitan. Perbandingan tegangan pada kebanyakan trafo, mencakup distribusi dan kekuatan trafo, apakah berdasar pada perbandingan putaran tersebut, yang pada kenyataannya sama dengan tegangan beban-nol perbandingan dari trafo. Tegangan nominal yang nampak pada papan nama trafo adalah sebanding dengan putaran di dalam lilitan
OPERASI DENGAN BEBAN. Jika lilitan sekunder suatu trafo mempunyai lilitan primer yang dihubungkan ke suatu arus bolak-balik maka akan memiliki impedansi yang baik, sehigga arus dalam beban akan mengalir di dalam lilitan sekunder tersebut. Sebab lilitan primer secara magnetis digabungkan kepada lilitan sekunder, sebaliknya jika arahnya dibalik maka akan mengalir arus kedalam lilitan primernya. Sehingga pada penjumlahan amper pada setiap lilitan sama dengan nol. Jika kekuatan volt-ampere dan volt-ampere impedansi diabaikan, maka volt-ampere yang utama sama dengan volt-ampere yang sekunder.
Sebab utama dan lilitan sekunder dari trafo tidak menduduki persisnya ruang yang sama, karena sebagian dari perubahan secara terus menerus menghubungkan lilitan, sedemikian sehingga voltase keduanya lilitan tidaklah persis sama. Jumlah fluks bocoran ini adalah sebanding dengan lilitan. Karena tujuan penjumlahan banyak menganggap bahwa voltase dari putaran kedua lilitan menjadi sama, dan efek dari fluks bocoran dapat dijaga oleh reaktansi yang digunakan sebagai urutan penempatan dalam lilitan yang mengalir melalui reaktansi ini yang menghasilkan penurunan-voltase reaktansi dari trafo. Pada saat penurunan tegangan arus mengalami perlawanan tegangan. Yang dikombinasikan oleh suatu impedansi rangkaian, yang disebut impedansi dari trafo. Hal tersebut diukur dengan perlengkapan hubungan singkat yang berlaku untuk arus bolak-balik tegangan yang memiliki nilai frekuensi di dalamnya. Impedansi dari trafo di dalam ohm sama dengan tegangan percobaan yang diterapkan oleh Impedansi yang sama dengan 100X. Percobaan yang diterapkan pada tegangan yang menyangkut tegangan lilitan pada tegangan yang diterapkan. Impedansi suatu trafo diwakili oleh suatu nilai tetap, karena pada kenyataannya semua hambatan dari fluks bocoran alur adalah di dalam udara. Karena suatu trafo kombinasi dua coil mengakibatkan impedansi suatu trafo mengalami kualitas yang buruk, tanpa keberadaan secara fisik, yang digunakan di dalam trafo. Ini berlaku juga untuk perbaikan yang menyangkut impedansi trafo ke dalam komponen secara teratur dalam masing-masing lilitan. Meskipun demikian, impedansi suatu trafo menjadi sangat penting nilainya pada umumnya ditulis atas papan nama trafo.


Read More..

OSILATOR

TEORI DASAR

Osilator adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen-elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau bentuk gelombang periodik lainnya. Suatu osilator memberikan tegangan keluaran dari suatu bentuk gelombang yang diketahui tanpa penggunaan sinyal masuk dari luar. Osilator mengubah daya arus seaarh (dc) dari catu daya ke daya arus bolak-balik (ac) dalam beban. Dengan demikian fungsi osilator berlawanan dengan penyearah yang mengubah daya searah ke daya bolak-balik.
Suatu osilator dapat membangkitkan bentuk gelombang pada suatu frekuensi dalam batas beberapa siklus tiap jam sampai beberapa ratus juta siklus tiap detik. Osilator dapat hamper secara murni menghasikan gelombang sinusoidal dengan frekuensi tetap, ataupun gelombang yang hanya dengan harmonic. Osilator umumnya digunakan dalam pemancar dan penerima radio dan televise, dalam radar dan dalam berbagai sistem komunikasi.

JENIS-JENIS OSILATOR

Osilator dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Tregantung kepada alam bentuk gelombang yang dibangkitkan, osilator dapat dibagi menjadi dua kategori : osilator sinusoidal atau osilator harmonic dan osilator relaksasi. Osilator sinusoidal menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau mendekati sinusoidal pada frekuensi tertentu. Osilator relaksasi menghasilkan bentuk gelombang bukan sinusoidal seperti gelombang segiempat dan gelombang gigi-gergaji.


Osilator dapat pula digolongkan pada alat-alat tertentu yang menghasilkan osilasi. Pada penggolongan ini, osilator dapat merupakan jenis resistansi negatif atau jenis umpan balik. Osilator resistansi negatif menggunakan alat aktif yang memproses lengkung karakteristik arus tegangan dengan kemiringan negatif dalam daerah operasinya. Dioda kanal merupakan alat resistansi negatif yang digunakan dalam resistor. Osilator umpan-balik sebaliknya, mempunyai penguat umpan-balik regeneratif (positif), dimana perolehan lingkar juga diatur sedemikian sehingga perolehan keseluruhan menjadi tidak terhingga.
Baik osilator sinusoidal maupun osilator relaksaasi dapat merupakan jenis resistansi negatif dan jenis umpan-balik. Osilator sinusoidal jenis umpan-balik dapat digolongkan lebih lanjut menjadi osilator LC (indktor-kapasitor) dan RC (tahanan kapasitor).
Osilator sinusoidal kadang-kadang digolongkan menurut frekuensi sinyal yang dihasilkan. Jadi osilator yang membangkitkan sinyal dalam daerah frekuensi audio dikenal sebagai osilator frekuensi audio. Demikian pula, osilator yang menghasilkan sinyal-sinyal daerah frekuensi radio dinamakan osilator frekuensi radio, dan seterusnya.

Klasifikasi osilator didasarkan pada daerah frekuensi yang dihasilkan.

Osilator Frekuensi Audio (AF) beberapa hz -20 KHz
Osilator Frekuensi Radio (RF) 20 KHz - 30MHz
Osilator Frekuensi Sangat Tinggi (VHF) 30MHz - 300MHz
Osilator Frekuensi Ultra Tinggi (UHF) 300MHz - 3GHz
Osilator Gelombang Mikro 3 GHz - Beberapa GHz

PRINSIF DASAR OSILATOR

Dalam suatu osilator, suatu resistansi negatif diberikan untuk kompensasi kehilangan-kehilangan (kebocoran) dalam rangkaian. Dalam osilator umpan-balik, umpan-balik positif dari luar cukup untuk membuat perolehan keseluruhan menjadi tidak terhingga dan memberikan resistansi negatif yang diperlukanuntuk menanggulangi peredaman alami dari osilator. Dalam osilator resistansi negatif terjadi umpan-balik positif dalam dan berperan menghasilkan resistansi negatif yang diperlukan.
Dalam suatu osilator tidak ada sinyal yang diberikan dari luar. Sinyal awal untuk menyulut (trigger) osilasi biasanya diberikan oleh tegangan derau. Tegangan derau muncul sewaktu catu daya dihidupkan. Karena spektrum frekuensi derau sangat lebar, osilator selalu memiliki tegangan komponen pada frekuensi yang benar untuk bekerjanya osilator.
Read More..